SANGGAU, Mata-publik.net –
Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII Tahun 2026 resmi ditutup di Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, Anggota DPR RI Komisi VIII Gulham M. Sahron, Staf Khusus Kementerian Sosial RI Fuji Abdurahman, Kepala BPPD Provinsi Kalimantan Barat Alexander Rombonang, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Pangeran Ratu Surya Negara Gusti Arman, Danyon TP 833/BD Letkol Inf. Riska Imrkn Rosadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia, H. Najori, menyampaikan bahwa festival berlangsung pada 7–10 Oktober 2026. Menurutnya, selain menjadi agenda tahunan, kegiatan ini merupakan wadah pelestarian budaya Melayu sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sanggau.
Sementara itu, Pangeran Ratu Surya Negara, Gusti Arman, menegaskan bahwa tradisi Faradje’ merupakan warisan leluhur Melayu yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pihak keamanan yang telah mendukung penyelenggaraan festival sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, turut mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan festival tersebut. Ia menjelaskan bahwa tradisi Faradje’ telah dikenal sejak sekitar tahun 1700-an dan kembali dilaksanakan secara rutin sejak 2009.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival mengusung tema “Melayu Bersatu, Sanggau Maju”. Tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Sanggau.
Dalam rangkaian acara penutupan, Pangeran Ratu Surya Negara juga menyerahkan penghargaan kepada Sunaryo Adema atas dedikasinya dalam pelestarian, pengembangan, dan promosi Suleman Kelengkeng khas Sanggau.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, penyaluran bantuan sembako oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kepada para mustahik, serta hiburan rakyat yang disambut antusias oleh masyarakat.
Wakil Bupati Sanggau secara resmi menutup Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII Tahun 2026.
Kehadiran Dandim 1204/Sanggau dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan TNI terhadap pelestarian budaya daerah, penguatan persatuan, serta terciptanya keharmonisan dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Sanggau.
Melalui festival ini, diharapkan tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Melayu tetap terjaga, dikenal oleh generasi muda, serta terus menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya Kabupaten Sanggau.
(Syalhudin)






