INDRAMAYU, http://MATA-PUBLIK.NET -* Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar nikah massal gratis bagi 499 pasangan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Indramayu ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Indramayu, Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sejumlah donatur melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), dan bupati Lucky Hakim ikut serta menjadi wali saksi dari 14 pasangan nikah masal di pendopo.
Bupati Indramayu Lucky Hakim , mengatakan, program nikah massal ini ditujukan bagi masyarakat yang belum mampu menikah secara mandiri karena keterbatasan biaya.
"Kita berkolaborasi untuk menikahkan 499 saudara-saudara kita yang mungkin belum mampu menikah secara mandiri. Maka mereka ikut nikah massal agar sah secara agama dan sah di mata hukum," ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, masih banyak pasangan di Indramayu yang menikah secara siri karena tidak memiliki biaya pencatatan resmi. Padahal, pernikahan siri meski sah secara agama, tidak tercatat dalam administrasi negara.
"Secara agama sah, tapi tidak tercatat di pencatatan sipil. Pemda ingin hadir supaya anak keturunannya memiliki status yang jelas. Jelas nasabnya, jelas bapak dan ibunya, dan tercatat negara," jelasnya.
Ia menambahkan, jika pernikahan tidak tercatat resmi, ke depan berpotensi menimbulkan persoalan hukum, terutama terkait status anak dan pembagian hak waris.
Untuk jumlah peserta 499 pasangan, angka tersebut disesuaikan dengan tema peringatan Hari Jadi Indramayu. Seluruh biaya pernikahan ditanggung pemerintah dan donatur, sehingga peserta tidak dipungut biaya sepeser pun.
"Gratis, karena ini bagian dari rangkaian acara ulang tahun. Ada Pemda, Baznas, Kemenag, dan CSR donatur. Jadi yang mau bersedekah dan beribadah bisa melalui acara ini," katanya.
Selain gratis, setiap pasangan juga mendapatkan mahar berupa uang sebesar Rp 500 ribu dan seperangkat alat sholat , serta dokumen kependudukan lengkap, mulai dari buku nikah, Kartu Keluarga (KK) baru, hingga KTP dengan status terbaru.
"Pemda kasih mahar Rp 500 ribu, sama semua. Sekalian KK dan KTP langsung jadi. Enak lah. Memang sebagian besar peserta dari kalangan tidak mampu," pungkasnya.









