Selasa, 13 Oktober 2026
JAKARTA, Padang Lawas | Mata - Publik.net_
Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE menghadiri acara Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Acara bergengsi yang dihadiri oleh para kepala daerah se-Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga, serta pelaku usaha dan pemerhati lingkungan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon sebagai upaya mendukung target penurunan emisi nasional dan komitmen Indonesia di kancah dunia.
Kehadiran Bupati Padang Lawas dalam forum nasional tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Padang Lawas untuk ikut serta dalam agenda besar pengendalian perubahan iklim dan ekonomi hijau.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan menyambut baik program tata kelola nilai ekonomi karbon yang dicanangkan pemerintah pusat melalui KLHK. Menurutnya, Kabupaten Padang Lawas memiliki potensi yang sangat besar dan belum tergarap maksimal dalam pengembangan ekonomi karbon.
Potensi tersebut meliputi sektor kehutanan yang masih luas, perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat, pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, serta program perhutanan sosial yang bisa menjadi sumber perdagangan karbon.
"Kabupaten Padang Lawas ini luas, hutannya masih banyak, perkebunannya juga luas. Ini modal besar kita untuk masuk dalam skema ekonomi karbon. Kita tidak hanya menjual hasil kebun, tapi juga menjual jasa lingkungan, menjual oksigen," ujar Bupati.
Bupati menegaskan Kabupaten Padang Lawas berkomitmen penuh mendukung kebijakan nasional terkait pengendalian perubahan iklim dan siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam implementasi perdagangan karbon dan mekanisme lainnya seperti pajak karbon dan offset karbon.
"Melalui tata kelola nilai ekonomi karbon yang baik, kita berharap dapat menjaga alam Padang Lawas tetap lestari, sekaligus membuka peluang investasi hijau yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Padang Lawas yang MAJU, Mandiri, Amanah, Jaya dan Unggul," ujar Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan.
Ia menambahkan, jika dikelola dengan benar, hasil dari perdagangan karbon ini nantinya bisa kembali ke masyarakat desa sekitar hutan dalam bentuk dana pembangunan, beasiswa, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Acara tersebut juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari KLHK, Kementerian Keuangan, dan Bappenas terkait regulasi terbaru, mekanisme perdagangan karbon di bursa karbon Indonesia, serta peran strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan program Nilai Ekonomi Karbon menuju Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emission 2060.
Para kepala daerah juga dibekali pemahaman tentang cara menghitung cadangan karbon, verifikasi, dan bagaimana daerah bisa mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak hutan.
Turut mendampingi Bupati Padang Lawas dalam acara tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas M. Khaidir Harahap, ST.
Khaidir menjelaskan bahwa sepulang dari Jakarta, pihaknya akan segera melakukan inventarisasi potensi karbon di Padang Lawas untuk ditindaklanjuti.
"Kita akan petakan dulu potensi kita. Pak Bupati sudah instruksikan agar Padang Lawas tidak ketinggalan dalam ekonomi hijau ini," pungkasnya.
Reporter : Subandi







