TANGERANG SELATAN – Camat Pond
ok Aren, H. Hendra, mengapresiasi kegiatan Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026 sebagai momentum untuk memperkuat peran santri dalam kehidupan bermasyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
Hendra menyampaikan bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah kecamatan berupaya memprioritaskan program yang memberikan dampak nyata dan manfaat luas bagi warga.
“Sejak awal, aspirasi masyarakat disampaikan melalui ruang-ruang terbuka, salah satunya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Di tingkat kecamatan, kami berupaya memprioritaskan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Hendra.
Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama kelurahan memiliki peran penting dalam menindaklanjuti aspirasi warga agar program pembangunan sesuai dengan kebutuhan di wilayah Pondok Aren.
Santri Berperan dalam Pembangunan Daerah
Hendra menilai, santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi penerus yang berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan, pendidikan, dan kehidupan sosial.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya membekali peserta didik dengan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Bekal tersebut diharapkan menjadi landasan bagi santri ketika kelak menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Kita berharap para santri dapat menjadi generasi penerus yang baik. Jika kelak mereka mendapat amanah, termasuk menjadi pejabat atau pemimpin, mereka bisa menjalankan tanggung jawab dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peran santri juga penting dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
Sinergi Pemerintah, Pesantren, dan Orang Tua
Menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan pergaulan generasi muda, Hendra menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan orang tua.
Menurutnya, pembinaan anak tidak cukup hanya dilakukan di sekolah atau pesantren. Pengawasan keluarga tetap diperlukan untuk memastikan anak-anak menggunakan waktu secara positif dan berada dalam lingkungan pergaulan yang baik.
“Kami berupaya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan pesantren. Namun, peran orang tua juga sangat penting, terutama dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa persoalan seperti tawuran dan aktivitas pelajar hingga larut malam perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun, disertai pengawasan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.
Momentum Memperkuat Kebersamaan
Hendra berharap Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026 dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara santri, pesantren, pemerintah, dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan yang harmonis sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Melalui peringatan Hari Santri, ia berharap generasi muda semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, menjaga kerukunan, dan mengambil bagian dalam pembangunan sesuai bidang masing-masing.
Kegiatan Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
(Teti)








