Sabtu, 24 Oktober 2026
Sibuhuan, PADANG LAWAS | Mata-Publik.net_
Setelah lebih dari dua tahun berlayar tanpa nakhoda definitif, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Padang Lawas akhirnya memastikan akan menggelar hajat besar politiknya. Musyawarah Daerah (Musda) IV siap digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026 mendatang di Hotel Al Marwah, Sibuhuan.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi ribuan kader beringin di Bumi Ber-Cahaya yang sudah lama menantikan kejelasan arah dan kepemimpinan partai. Panitia pelaksana secara resmi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh kader potensial untuk maju memperebutkan kursi panas Ketua DPD Partai Golkar Padang Lawas periode 2026–2031.
Pendaftaran bakal calon ketua ini resmi dibuka mulai Senin (26/10/2026) hingga Rabu (28/10/2026) di Kantor DPD Partai Golkar Padang Lawas, setiap hari kerja pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Ketua Penyelenggara Musda IV, Akhmad Husein Nasution, menegaskan bahwa Partai Golkar senantiasa menjunjung tinggi nilai inklusivitas, keterbukaan, dan demokrasi. Tidak ada calon titipan, tidak ada calon yang dikunci. Semua kader punya hak yang sama untuk bertarung secara fair.
"Musda IV ini adalah forum tertinggi partai di tingkat kabupaten. Ini momentum krusial setelah lebih dari dua tahun DPD Golkar Padang Lawas tidak memiliki ketua definitif hasil Musda. Pendaftaran sudah resmi dibuka. Bagi seluruh kader Golkar Padang Lawas yang memenuhi persyaratan AD/ART serta Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) 02, kami persilakan untuk mendaftarkan diri. Pintu kami buka 24 jam untuk konsultasi," ujar Akhmad Husein dengan tegas saat dikonfirmasi di Sibuhuan, Jumat (23/10/2026).
Ia menambahkan, Musda IV bukan sekadar panggung pemilihan ketua baru yang bersifat seremonial belaka, melainkan wadah konsolidasi total untuk menggerakkan kembali mesin partai yang sempat tiarap hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Golkar Padang Lawas harus bangkit, harus kembali menjadi partai pemenang pemilu seperti di masa kejayaannya.
Di usianya yang telah menginjak 62 tahun secara nasional, Golkar berharap kepemimpinan baru di Padang Lawas nantinya mampu menjaga soliditas, merangkul kader senior maupun muda, menghilangkan sekat-sekat faksi, serta memperkuat arah perjuangan partai untuk 2029.
"Golkar ini partai besar, partai berpengalaman. Kami butuh ketua yang bisa merangkul semua, yang punya jaringan kuat ke provinsi dan pusat, dan yang mau turun ke bawah, ke akar rumput. Bukan ketua yang hanya duduk di kantor ber-AC," tambah Akhmad Husein.
Secara teknis, Ketua Steering Committee (SC), M. Syukri H. Daulay, S.Sos., memastikan seluruh tahapan dan mekanisme pencalonan akan berjalan ketat, transparan, dan sesuai regulasi organisasi yang berlaku.
Menurut Syukri, persyaratan calon akan merujuk sepenuhnya pada AD/ART Partai Golkar dan Juklak 02/DPP/GOLKAR/ Tahun 2026 tentang penyelenggaraan Musda. Di antaranya adalah pernah menjadi pengurus Golkar minimal 1 periode, tidak pernah menjadi pengurus partai lain, setia kepada Pancasila dan NKRI, serta mendapat dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara.
Pemilik suara dalam Musda IV nanti terdiri dari DPP Partai Golkar, DPD Provinsi Sumatera Utara, DPD Kabupaten Padang Lawas, 12 organisasi pendiri dan didirikan (Ormas), serta 17 Pengurus Kecamatan (PK) se-Kabupaten Padang Lawas.
"Semua mekanisme akan kita jalankan secara profesional. Kita ingin Musda IV ini menjadi contoh demokrasi yang sehat di internal Golkar. Siapapun yang terpilih nanti, harus bisa membawa Golkar Padang Lawas menjadi lebih besar, lebih solid, dan lebih beringin," tutup M. Syukri H. Daulay.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah nama kader potensial mulai digadang-gadang akan maju. Mulai dari pengusaha muda, mantan anggota legislatif, hingga tokoh senior Golkar. Namun panitia enggan membocorkan nama, mereka menunggu siapa yang pertama berani mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD Golkar Padang Lawas.
Musda IV Golkar Padang Lawas diprediksi akan berlangsung sengit dan menarik perhatian publik.
Penulis : Subandi







