Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Menimba Nilai Kepemimpinan, Santri ICBS Harau Berdialog dengan Ketua IGI Sumsel

sopi
Rabu, 21 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-21T15:47:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



Sumsel – Menanamkan karakter dan jiwa kepemimpinan kepada generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menghadirkan ruang dialog bersama tokoh yang memiliki pengalaman di bidangnya. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan ICBS Fellowship Leaders Dialogue yang mempertemukan Panglima Zahran Wantha, santri kelas 7.4 Andalusia Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Harau, Sumatera Barat, dengan Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumatera Selatan, Sapto Abadi, S.Pd., M.Pd., Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program ICBS Fellowship yang dirancang untuk mengisi masa liburan Birrul Walidain dengan aktivitas positif, edukatif, dan sarat pengalaman. Melalui pertemuan tersebut, santri berkesempatan menyerap perspektif baru tentang pendidikan, mengenal nilai-nilai kepemimpinan, sekaligus belajar dari perjalanan seorang tokoh yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.
Dalam dialog itu, Sapto Abadi mengajak generasi muda untuk menjadikan tiga hal sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan dan menuntut ilmu: integritas, keimanan dan ketakwaan, serta kesungguhan dalam belajar.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan akademik saja tidak cukup untuk mengantarkan seseorang menuju keberhasilan. Kecerdasan perlu disertai karakter yang kuat agar ilmu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Menurutnya, kualitas seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh kejujuran, sikap, dan kemampuannya menjaga amanah.

Selain integritas, Sapto menempatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan penting dalam pembentukan pribadi. Nilai-nilai spiritual diharapkan menjadi pedoman bagi santri dalam bersikap, mengambil keputusan, serta membiasakan perilaku jujur dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan para santri agar tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang telah mereka peroleh. Fasilitas pendidikan dan lingkungan yang mendukung merupakan peluang berharga untuk menggali kemampuan, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan potensi diri.
“Tidak semua anak bisa bersekolah di sekolah yang memiliki fasilitas lengkap. ICBS memiliki semua yang kita butuhkan untuk mengembangkan potensi. Maka, bersungguh-sungguhlah belajar,” pesan Sapto kepada para santri.

Apresiasi turut disampaikan Sapto terhadap lingkungan pendidikan ICBS Harau yang dinilainya memberikan ruang bagi santri untuk bertumbuh, belajar, dan membangun karakter. Ia menggambarkan sekolah tersebut sebagai surga dunia, sebuah lingkungan yang mendukung proses menuntut ilmu sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

“ICBS Harau adalah surga dunia, tempat yang indah bagi para santri untuk menuntut ilmu, membentuk karakter, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua di Sumatera Selatan untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di ICBS Harau, Sumatera Barat. Percayakan pendidikan mereka di tempat terbaik untuk tumbuh dan belajar,” ungkapnya.

Bagi Panglima Zahran Wantha, perjumpaan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga kesempatan untuk memperoleh pelajaran langsung dari seorang pemimpin organisasi profesi guru. Dialog ini memperkaya pengalamannya dalam memahami hubungan antara ilmu pengetahuan, nilai spiritual, integritas, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus.

Panglima merupakan putra Fitrah Cyntha Dirna, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Ketua Daerah IGI Kabupaten Ogan Ilir. Latar belakang tersebut turut menghadirkan keterhubungan antara keluarga pendidik, gerakan peningkatan kualitas guru, dan proses pembelajaran karakter yang dijalani santri.

Melalui ICBS Fellowship Leaders Dialogue, ICBS Harau menghadirkan pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas. Interaksi dengan tokoh inspiratif diharapkan mampu membangun kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan keberanian untuk merancang masa depan dengan nilai dan tujuan yang jelas.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan yang bermakna tidak berhenti pada penguasaan materi pelajaran. Pendidikan juga berperan membentuk pribadi yang berintegritas, berlandaskan keimanan, dan mampu mengamalkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari sebuah dialog sederhana, tumbuh pesan besar bagi generasi muda: kejarlah ilmu dengan sungguh-sungguh, jagalah keimanan, dan teguhkan integritas. Sebab, masa depan yang baik dibangun bukan hanya melalui kecerdasan, tetapi juga melalui karakter yang kuat.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan