TANGERANG – Puluhan anggota Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) se-Provinsi Banten mengikuti pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang digelar di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/9/2026).
Kegiatan yang meng
usung tema “Membangun Integritas Menuju Banten Tanpa Korupsi” ini dihadiri Kepala Inspektorat Provinsi Banten, Tim Krimsus Polda Banten, Kapolres Tangerang Selatan, Staf Ahli Bupati Tangerang Aji Januardhi, S.H., serta tamu undangan dan peserta yang dilantik.
Ketua DPW GMPK Provinsi Banten, H. Jembar, M.Si, mengajak seluruh anggota untuk menjaga marwah dan komitmen organisasi. Ia menegaskan bahwa GMPK tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, melainkan harus menjadi garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di Banten.
“GMPK harus hadir dengan kerja nyata. Kita harus mengedepankan data dan fakta dalam setiap langkah, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam menciptakan tata kelola yang bersih,” ujar Jembar.
Rangkaian kegiatan pelantikan dilanjutkan dengan seminar kebangsaan yang mengangkat tema yang sama sebagai momentum konsolidasi serta edukasi antikorupsi bagi seluruh pengurus GMPK se-Banten.
Sementara itu, mewakili Bupati Tangerang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Aji Januardhi, S.H., menyampaikan permohonan maaf Bupati Moch. Maesyal Rasyid yang tidak dapat hadir karena agenda yang tidak dapat ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat mengapresiasi kehadiran GMPK sebagai bagian dari penguatan pengawasan publik.
“Pemkab Tangerang mengapresiasi pelantikan GMPK ini. Karena GMPK adalah corong masyarakat untuk menerangi dan memerangi korupsi. Pemerintah sangat terbuka terhadap pengawasan yang konstruktif,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMPK, Abd. Aziz, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan konsistensi perjuangan organisasi di seluruh daerah.
“GMPK harus menjadi kekuatan moral yang independen dan berintegritas. Jangan pernah kompromi terhadap praktik korupsi dalam bentuk apa pun. Kita hadir bukan untuk kepentingan kelompok, tetapi untuk kepentingan bangsa dan masyarakat luas. Saya minta seluruh jajaran GMPK di Banten aktif melakukan pengawasan, edukasi, serta berani bersuara dengan dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Abd. Aziz.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan Banten yang bersih dari korupsi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat bagi GMPK dalam memperluas peran serta kontribusinya dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi di Provinsi Banten.








