1. Memperkuat hubungan fungsional PKW Padangsidimpuan - Padang Lawas - PKW Pasir Pangaraian (Riau). Ruas ini adalah jembatan penghubung dua Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) lintas provinsi yang selama ini konektivitasnya masih terhambat karena status jalan daerah.
2. Mendukung pengembangan koridor ekonomi lintas provinsi dan perluasan akses distribusi komoditas unggulan. Padang Lawas dan kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) adalah penghasil kelapa sawit dan karet terbesar. Jika jalan ini menjadi nasional, distribusi komoditas unggulan tersebut akan lebih cepat dan murah menuju Pelabuhan Dumai sebagai jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
3. Memperkuat akses dari wilayah barat dan selatan menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.Wisatawan dari Riau dan Sumatera Barat yang ingin ke Danau Toba bisa melintas lebih cepat melalui Padang Lawas.
4. Masuk dalam kebijakan Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional 2020-2040. Secara regulasi dan perencanaan nasional, koridor ini memang sudah direncanakan menjadi bagian dari jaringan jalan nasional.
Harapan Bupati kepada Kementerian PU
Adapun harapan konkret yang disampaikan Bupati PMA kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU agar perjuangan ini tidak berhenti di meja rapat saja:
1. Dukungan Kebijakan: Dukungan penuh Direktorat Jenderal Bina Marga terkait peningkatan status ruas menjadi jalan nasional sesuai SK Tahun 2022.
2. Verifikasi dan Validasi: Bantuan verifikasi teknis dan validasi di lapangan terkait aspek teknis dan kelayakan jaringan jalan sepanjang 113,02 Km tersebut.
3. Prioritas Penanganan: Penetapan prioritas penanganan untuk ruas yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah. Jangan ditunda-tunda lagi.
4. Alokasi Pendanaan: Dukungan alokasi pendanaan APBN dan penanganan konstruksi agar usulan ruas dapat segera direalisasikan dan tidak lagi membebani APBD Kabupaten yang terbatas.
Oleh karena itu, Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE menegaskan komitmennya bahwa perjuangan jalan nasional ini bukan untuk kepentingan pribadi atau pencitraan, tetapi murni demi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Padang Lawas.
"Jalan adalah urat nadi ekonomi. Jika status Gunung Tua - Sibuhuan - Batas Riau menjadi jalan nasional, maka distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Padang Lawas akan lebih cepat, biaya logistik turun, harga sawit dan karet petani akan naik, dan investasi akan masuk. Ini komitmen kami untuk kesejahteraan masyarakat Padang Lawas," tegas Bupati PMA dengan nada optimis.
Dihadiri 7 Kepala Daerah se-Tabagsel dan Sumut
Rapat usulan jalan nasional ini menjadi bukti kekompakan kepala daerah di Sumatera Utara. Kepala Daerah dari Provinsi Sumatera Utara yang turut hadir dan sama-sama berjuang di Kementerian PU adalah:
Bupati Mandailing Natal (Saifullah Nasution), bersama Kadis PUPR, Bupati Labuhanbatu Utara (Dr. Hendriyanto Sitorus, SE, MM), bersama Kepala Bappeda dan Kadis PUTR, Bupati Tapanuli Selatan (H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA), bersama Kadis PUPR, Bupati Tapanuli Utara (Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, htt
S.Si, M.Si), bersama Kepala Bapperida dan Kadis PUTR, Bupati Toba (Effendi Sintong P. Napitupulu, SE), bersama Kadis PUTR, Wali Kota Padangsidimpuan (Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes), bersama Sekretaris Bappeda dan Kepala BPKAD.
Turut hadir Kepala Bapperida Provinsi Sumatera Utara (Dr. Dikky Anugerah, S.Sos, M.SP), bersama 2 orang pendamping, dan Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara (Candra Dalimunthe, S.STP, M.SP).
Dengan kekompakan ini, diharapkan Kementerian PU segera memberikan lampu hijau agar jalan-jalan di Tabagsel dan Padang Lawas segera naik kelas menjadi jalan nasional, sehingga pembangunan di Sumatera Utara semakin merata dan berkeadilan.
Penulis : Subandi