BUTON UTARA — mata-publik.net
Satu unit kios milik Muslih, warga Desa Marga Karya, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, terbakar pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.
Kebakaran menghanguskan kios berukuran sekitar 6 x 8 meter yang berdinding batu dan beratapkan seng. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Kapolsek Kulisusu Barat, IPDA Aryana, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi serta mengumpulkan keterangan dari pemilik kios dan sejumlah saksi.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat membakar bagian kios milik Muslih. Saksi Muhari yang saat itu berada di rumah melihat kobaran api dan langsung menuju lokasi untuk membantu menyelamatkan barang-barang yang masih berada di dalam kios.
Sementara saksi lainnya, Idris, mengaku melihat kios tersebut sudah dalam kondisi terbakar ketika melintas dalam perjalanan pulang.
Idris kemudian membantu mengeluarkan sekitar enam anak yang berada di dalam kios ke tempat yang aman. Ia juga berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api.
Warga yang berdatangan kemudian berupaya memadamkan kobaran api secara manual menggunakan air. Sekitar pukul 11.10 Wita, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh masyarakat setempat.
Kebakaran tersebut mengakibatkan berbagai barang milik korban ikut terbakar, di antaranya satu unit sepeda motor Vixion warna putih, satu unit kulkas, serta sejumlah barang dagangan berupa sembako, kosmetik dan pakaian.
Selain itu, terdapat 27 tabung gas ukuran 3 kilogram, enam jeriken minyak tanah, dan satu jeriken bensin yang turut terdampak dalam kebakaran.
Sejumlah dokumen penting milik keluarga korban juga ikut terbakar, termasuk ijazah keluarga, delapan sertifikat tanah dan dua sertifikat rumah. Dua meteran KWH juga dilaporkan ikut terbakar.
Menurut keterangan pemilik kios, sumber api diduga berasal dari arus pendek atau korsleting listrik. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kapolsek Kulisusu Barat Aryana mengatakan, api diduga cepat menjalar karena kios tersebut tidak hanya menjual kebutuhan sembako, tetapi juga menyimpan bahan bakar minyak eceran seperti Pertalite dan minyak tanah.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” demikian keterangan Kapolsek Kulisusu Barat.
Usai kejadian, personel kepolisian melakukan pengamanan di lokasi, mengumpulkan keterangan saksi dan pemilik kios, serta melakukan pendataan terhadap kerugian dan barang-barang yang terdampak.
Kapolsek Kulisusu Barat juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah terjadinya kebakaran.
Masyarakat juga diminta memperhatikan faktor keselamatan, terutama bagi pemilik usaha yang menyimpan atau menjual bahan yang mudah terbakar.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.






