Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Warga Sibodak Sosa Jae Nekat Bawa Truck TBS Masuk Halaman PKS PTPN4 Sosa II, Ketua SPSI Adu Argumen Dengan Manager Soal PKS Rusak

subandibandi77717@gmail.com
Senin, 02 November 2026
Last Updated 2026-11-02T05:32:14Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



Senin, 2 November 2026

PADANG LAWAS -  Mata - Publik.net_

Situasi memanas dan nyaris ricuh terjadi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN4 Sosa II, Senin (2/11/2026). Warga Sibodak, Sosa Jae yang berprofesi sebagai pemasok Tandan Buah Segar (TBS) nekat berusaha memasuki lokasi PKS dengan membawa puluhan truk bermuatan TBS penuh ke halaman pabrik.

Aksi nekat ini dilakukan sebagai bentuk protes dan keputusasaan warga setelah pasokan TBS mereka ditolak masuk sejak beberapa hari terakhir dengan alasan pabrik rusak. Puluhan truk terlihat berjejer panjang di depan gerbang hingga masuk ke halaman PKS.


Pantauan awak media di lokasi, suasana di kantor PKS PTPN4 Sosa II sempat tegang dan mencekam. Di dalam ruangan, terjadi dialog keras antara perwakilan warga dengan pihak manajemen.

H. Rizal Hasonangan Lubis, Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sibodak Sosa Jae,  mempertanyakan langsung kepada pihak Management Kebun Sosa / PKS, yakni Aulia Irfan Dalimunte ST selaku Manager Kebun Sosa / PKS PTPN4 Sosa II, perihal penolakan pemasuk TBS yang terjadi pada hari Jumat, 30 Oktober 2026.

Warga mengaku sangat kecewa dan merasa dirugikan karena pada hari itu mereka sudah membawa hasil panen yang sudah dipanen dari kebun, namun tidak bisa masuk sama sekali dikarenakan pihak PKS beralasan kondisi pabrik dalam keadaan rusak berat.

Menanggapi protes keras tersebut, Aulia Irfan Dalimunte ST, selaku Manager Kebun Sosa / PKS Sosa II menerangkan bahwa situasi PKS saat ini memang sedang tidak memungkinkan untuk beroperasi.

Menurut Aulia, Turbin PKS dalam keadaan rusak berat dan tidak dapat mengolah TBS (Tandan Buah Segar). Kerusakan tersebut diprediksi baru bisa diperbaiki total dan pabrik kembali normal beroperasi hingga Rabu, 4 November 2026.

"Kami mohon pengertiannya, bukan kami sengaja menolak TBS masyarakat. Tapi turbin kami rusak, tidak bisa mengolah. Kalau dipaksakan masuk, TBS akan membusuk dan merugikan bapak-bapak juga," jelas Aulia Dalimunte di hadapan perwakilan warga yang sudah emosi.

Namun penjelasan tersebut belum bisa diterima begitu saja oleh warga. H. Rizal Hasonangan Lubis dengan tegas dan lantang mengusulkan kepada pihak Manajemen agar truk-truk muatan TBS yang sudah terlanjur di halaman pabrik tetap bisa dimasukkan dan ditampung di PKS PTPN4 Sosa II, meskipun dengan sistem antrian dan bongkar lambat.

Lanjut H. Rizal, ia menceritakan kondisi memilukan dan miris yang dialami anggotanya. Dengan anggota SPSI berjumlah 96 orang, mereka menggantungkan hidup sepenuhnya dari setor TBS ke PKS PTPN4 Sosa II. Tidak ada pekerjaan lain.

"Selama di-stop PKS PTPN4 Sosa II ini, kebutuhan untuk di rumah sangatlah miris, Pak. Dapur tidak mengepul. Anak sekolah butuh biaya. Istri di rumah menangis. TBS kalau tidak segera diolah, akan busuk, restan, dan harga jatuh. Kami rugi besar, siapa yang mau ganti rugi kami?" ungkap H. Rizal dengan nada penuh harap dan emosi.

Ia menjelaskan, buah sawit yang sudah dipanen tidak bisa menunggu lama. Dalam 2x24 jam harus segera diolah menjadi CPO di pabrik. Jika dibiarkan menumpuk di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) atau di atas truk, kadar asamnya akan naik (Asam Lemak Bebas tinggi) dan tidak akan laku dijual atau harga akan anjlok.

Para warga dan sopir truk yang ikut dalam rombongan juga mengeluh, mereka sudah 3 hari tidur di atas truk menjaga muatan TBS mereka agar tidak dicuri dan tidak membusuk di tengah terik matahari dan hujan.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan truk bermuatan TBS masih terlihat terparkir di halaman PKS PTPN4 Sosa II menunggu kepastian dari pihak manajemen. Warga berharap ada solusi win-win solution.

AKHIRNYA ADA TITIK TERANG

Setelah perdebatan alot, Aulia Irfan Dalimunte, Manager PKS / Kebun Sosa, akhirnya mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi langsung dengan kantor pusat PTPN4 di Medan.

Setelah koordinasi tersebut, Aulia Irfan Dalimunte menjelaskan kepada ketua SPSI dan warga dengan kabar yang melegakan:

"Hari ini Senin 2 November 2026 agar truk yang antri sebanyak 70 unit mobil masuk ditimbang ke lokasi PKS PTPN4. Dan untuk selanjutnya menunggu informasi lanjutan dari Pihak PKS PTPN4 Sosa dan diharapkan semoga PKS PTPN4 sudah ready melayani Pemasukan TBS," tegasnya.

Keputusan tersebut disambut sorak gembira oleh para sopir dan warga Sibodak. Akhirnya 70 unit truk yang sudah 3 hari menginap di halaman pabrik bisa ditimbang hari ini.

Masyarakat Sibodak Sosa Jae berharap kerusakan turbin PKS PTPN4 Sosa II ini bisa segera diperbaiki sesuai janji pada Rabu (4/11/2026), sehingga roda perekonomian 96 Kepala Keluarga yang tergabung dalam SPSI Sibodak bisa kembali berputar normal dan dapur mereka kembali mengepul.

Penulis : Subandi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan