KUBU RAYA, mata-publik.net
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengatakan pemerintah pusat sangat serius dalam menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan. Penanganan dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari pemadaman melalui jalur darat dan udara hingga operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.
Menurut Sukiryanto, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kondisi karhutla yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, hingga aktivitas warga.
Selain memperkuat operasi pemadaman menggunakan water bombing, pemerintah pusat juga berencana menambah armada pemadam kebakaran guna mendukung penanganan di wilayah yang terdampak.
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penguatan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah untuk membantu mengendalikan titik-titik api yang masih terjadi.
Sukiryanto menjelaskan, operasi modifikasi cuaca sebelumnya telah dilakukan dengan menggunakan garam sebagai bahan penyemaian awan. Langkah tersebut bertujuan memanfaatkan potensi awan yang tersedia agar dapat memicu terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.
"Kurang lebih 3.500 ton yang sudah ditebar. Karena itu, diperkirakan tanggal 23-27 ini baru ada potensi awan dan Pak Presiden juga menyarankan agar menambah garam untuk penyemaian, untuk memancing turunnya hujan," ujar Sukiryanto, Minggu (23/8/2026).
Kehadiran Presiden Prabowo dalam rangkaian penanganan karhutla, lanjutnya, merupakan bentuk perhatian langsung pemerintah pusat terhadap kondisi yang terjadi di daerah.
"Dukungan dari pemerintah pusat diharapkan dapat memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi kebakaran yang masih terjadi," imbuhnya.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta seluruh pihak terkait agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.


.jpg)




