Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

"Coffee Morning Bersama Insan Pers" di Kejaksaan Padang Lawas Disorot: Peserta Bisa Dihitung Jari

subandibandi77717@gmail.com
Selasa, 01 September 2026
Last Updated 2026-09-01T13:31:02Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


PADANG LAWAS-mata-publik.net_

Nama kegiatan itu terdengar besar dan resmi: “Coffee Morning Bersama Insan Pers.”.Acara tersebut digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Padang Lawas pada Selasa, 1 September 2026.

Tujuannya jelas, membangun sinergi antara lembaga penegak hukum dengan insan media. Namun ketika dokumentasi kegiatan beredar, muncul pertanyaan sederhana dari sejumlah pengamat dan praktisi pers: insan pers yang dimaksud, pers yang mana?

Dari foto-foto yang dirilis, jumlah wartawan yang hadir tidak banyak. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Tidak ada barisan panjang meja redaksi, tidak ada keramaian tanya jawab seperti yang biasanya terjadi dalam forum pertemuan pers.

Kondisi itu membuat sebagian pihak menilai penamaan acara terlalu luas.

"Kalau pesertanya hanya segelintir, rasanya istilah Coffee Morning Bersama Insan Pers terlalu besar," ujar salah satu wartawan yang tidak ingin disebutkan namanya. "Kesannya seperti mewakili seluruh insan pers Padang Lawas, padahal yang datang terbatas."

Coffee morning sejatinya adalah forum informal untuk bertukar informasi. Di banyak daerah, kegiatan seperti ini rutin digelar kejaksaan, kepolisian, hingga pemerintah daerah. Tujuannya menjaga komunikasi tetap cair, di luar suasana persidangan atau rilis resmi.

Di Padang Lawas, forum ini pertama kali digelar tahun ini dengan label yang cukup formal. Undangan tersebar atas nama "Insan Pers", sehingga harapan publik dan rekan media adalah hadirnya perwakilan dari berbagai media cetak, online, dan elektronik di wilayah itu.

Faktanya berbeda. Dokumentasi menunjukkan suasana santai dengan jumlah peserta media yang sangat terbatas. Tidak ada sesi konferensi pers terbuka, lebih menyerupai ngobrol ringan di ruang kerja.

Karena itu muncul usulan agar penamaan kegiatan disesuaikan dengan realita di lapangan.

"Mungkin lebih cocok disebut: "Ngopi Santai Bersama Beberapa Wartawan' kata sumber tersebut. Lebih sederhana, tetapi setidaknya sesuai dengan pemandangan yang terlihat dalam foto."

Bagi insan pers, nama sebuah kegiatan bukan sekadar label. Ia mencerminkan siapa yang diundang, siapa yang dilibatkan, dan sejauh mana keterbukaan lembaga terhadap media.

Jika memang tujuannya hanya bertemu dengan beberapa rekan wartawan binaan, maka tidak ada salahnya menyebut demikian secara terbuka. Justru itu akan lebih jujur dan menghindari salah tafsir.

Sebaliknya, jika tujuannya adalah membangun hubungan dengan seluruh insan pers di Padang Lawas, maka forum selanjutnya perlu diperluas. Undangan bisa disebar lebih merata ke organisasi wartawan, media lokal, hingga media nasional yang memiliki biro di daerah.

Hingga berita ini ditulis, pihak Kejaksaan Negeri Padang Lawas belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah undangan dan kriteria peserta dalam coffee morning tersebut.

Sinergi antara kejaksaan dan media memang penting. Di tengah derasnya informasi dan pengawasan publik, komunikasi dua arah akan membantu meluruskan pemberitaan dan mencegah disinformasi.

Namun sinergi itu akan lebih kuat jika dimulai dari hal-hal kecil, termasuk soal nama dan siapa yang dilibatkan.

Daripada "Coffee Morning Bersama Insan Pers" yang pesertanya terbatas, barangkali publik akan lebih menghargai forum bertajuk sederhana: "Ngopi Bareng Wartawan". 

Lebih jujur. Lebih pas. Dan tidak menimbulkan tanda tanya.
( 008. Subandi )
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan