BUTON TENGAH - mata-publik.net
Upaya pencarian terhadap La Mai (62), warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, yang diduga hilang di kawasan hutan sekitar Kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), masih belum membuahkan hasil.
Memasuki hari keenam operasi SAR, Senin (1/9/2026), Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Namun hingga pukul 17.00 Wita, pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan La Mai.
Plh. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan operasi SAR dihentikan sementara pada Selasa sore dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (2/9/2026) pukul 07.00 Wita.
“Pencarian hari ini hasilnya nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi,” demikian keterangan KPP Kendari dalam laporan perkembangan operasi SAR.
La Mai diketahui meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026 untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan. Korban kemudian terakhir kali terlihat oleh warga di wilayah Padabalano, sekitar kawasan hutan dekat Kampus USN, Kecamatan Mawasangka.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui sudah mengalami pikun. Sebelum Tim SAR gabungan melakukan pencarian, upaya pencarian juga telah dilakukan oleh Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar dan keluarga korban. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Dalam operasi pencarian, Tim SAR gabungan melibatkan SMC dan staf KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar serta keluarga korban.
Tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya rescue car, motor trail, peralatan medis dan evakuasi SAR, peralatan komunikasi serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Kondisi cuaca saat pencarian berlangsung dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 3–20 kilometer per jam dari arah timur hingga timur laut, berdasarkan informasi BMKG.
Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Rabu pagi dengan menyisir kembali area yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.







