Kapuas Hulu, MataPublik.net —
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat di wilayah perbatasan, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Modifikasi Pelayanan Kesehatan di DTPK, Kawasan Hutan (KH) dan Komunitas Adat Terpencil (KAT)” tersebut berlangsung di Balai Temenggung Simpi, Desa Seriang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Pelayanan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan dibuka oleh Camat Badau yang diwakili Sekretaris Kecamatan Badau, Hasnul Shabri. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Sudarso, Kepala Puskesmas Badau Sari Kumala Dewi, Kapolsek Badau Kompol Edhi Trisno, Danramil Badau Kapten Inf. Mahfud Sabban, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Nunik Fatmawati, Kepala Desa Seriang Fransiskus, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat setempat.
Kehadiran dokter spesialis penyakit dalam menjadi salah satu perhatian masyarakat karena warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara langsung di wilayah mereka.
Salah satu Patih Adat Desa Seriang, Rupinus Riang (86), yang turut mengikuti pemeriksaan, mengaku sangat berterima kasih atas pelaksanaan pengobatan gratis tersebut.
“Terima kasih dengan adanya kegiatan ini. Apalagi dokter spesialis penyakit dalam langsung hadir, jadi semuanya bisa diperiksa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Robertus Burong (75), yang juga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Ia menyambut baik pelayanan kesehatan gratis yang dinilai membantu masyarakat, khususnya warga yang tinggal di daerah perbatasan.
Sementara itu, Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Seriang, Thomas, berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan yang sama bisa dilaksanakan lagi, agar masyarakat yang berada di daerah perbatasan ini selalu sehat dan terus berkomitmen menjaga kesehatan,” harapnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Seriang dan sekitarnya. Selain memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan dan komunitas terpencil.






