Pontianak, Mata-publik.net — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per akhir Agustus 2026, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 38.310,39 hektare.
Selain luasan lahan yang terbakar, jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai sekitar 6.050 titik. Kondisi tersebut terutama terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki ekosistem gambut.
Koordinator Penanggulangan Bencana (PB) BNPB Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang menjadi dua wilayah yang mengalami dampak Karhutla cukup parah.
Menurutnya, upaya penanganan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemadam kebakaran (Damkar), relawan hingga masyarakat."Penanganan Karhutla tetap dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, Damkar, relawan dan masyarakat. Memang ada sedikit kendala, terutama terkait ketersediaan air, namun kami tetap berkomitmen melakukan penanganan Karhutla di Kalimantan Barat," ujar Daniel.
Ia menambahkan, salah satu lokasi yang menjadi perhatian tim gabungan adalah kebakaran yang terjadi di Jalan Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (30/8/2026).
Di lokasi tersebut, personel gabungan dikerahkan untuk berjibaku memadamkan api. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah kobaran api meluas dan mengancam fasilitas umum, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di sekitar lokasi.
"Kami tetap berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak merambah ke SPBU yang ada di sekitar lokasi. Personel gabungan terus dikerahkan untuk memastikan api dapat dikendalikan," imbuhnya.
Hingga kini, upaya penanganan dan pemadaman Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih terus dilakukan. Tim gabungan juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik panas guna mengantisipasi meluasnya kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut.
(Syalhudin)






