Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Pemkab dan DPRD Padang Lawas Sidak PKS PT MSJ Usai Aksi Mahasiswa, Awak Media Dihalangi Meliput

subandibandi77717@gmail.com
Kamis, 10 September 2026
Last Updated 2026-09-10T10:25:02Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



Kamis,10 September 2026
Aliaga, PADANG LAWAS | Mata - Publik.net_

Pemerintah Kabupaten Padang Lawas bersama pimpinan DPRD melakukan inspeksi mendadak ke Pabrik Kelapa Sawit PT Multi Agro Sumatera Jaya, PT MSJ, di Desa Aliaga, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Kamis 10 September 2026.

Sidak ini merupakan tindak lanjut langsung dari aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Padang Lawas Bersatu, SAMPAL, pada Senin 7 September 2026 di kantor DPRD Padang Lawas. Dalam aksinya, SAMPAL menyoroti dugaan pencemaran limbah dari PKS MSJ yang dikhawatirkan telah mencemari aliran sungai dan lahan milik warga sekitar pabrik.


Rombongan yang turun ke lokasi terdiri dari unsur legislatif, eksekutif Pemkab Padang Lawas, serta perwakilan mahasiswa SAMPAL. Fokus utama pemeriksaan adalah sistem pengelolaan limbah cair dan limbah padat di dalam kawasan PKS, serta kesesuaiannya dengan dokumen UKL-UPL dan izin lingkungan yang sebelumnya telah diterbitkan pemerintah daerah.

Selama di lokasi, tim gabungan menelusuri area produksi hingga instalasi pengolahan limbah cair milik perusahaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah operasional pabrik berjalan sesuai standar lingkungan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT MSJ terkait detail temuan di lapangan maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan. Pemkab Padang Lawas dan DPRD juga belum merilis kesimpulan dari hasil sidak. Usai meninjau lokasi, rombongan langsung balik kanan dan meninggalkan lokasi.



Awak media dilarang masuk, alasan: "Perintah Pimpinan"

Namun jalannya sidak tidak sepenuhnya terbuka untuk publik. Sejumlah awak media yang hendak mengikuti pemeriksaan ke dalam kantor PKS MSJ di Desa Aliaga mengaku dihalangi masuk oleh pihak keamanan perusahaan.

Sipahutar, yang mengaku sebagai Komandan Security PT MSJ, dengan tegas melarang wartawan memasuki area kantor. 
"Perintah Pimpinan," jawab Sipahutar singkat saat ditanya alasan pelarangan tersebut.

Pernyataan serupa juga disampaikan Manager PKS MSJ, Didik Yudha. Saat dikonfirmasi mengenai alasan media tidak diperbolehkan ikut masuk, ia menjawab hal yang sama. 
"Atas perintah pimpinan," ujar Didik, yang juga disapa Dodik oleh sejumlah peserta sidak.

Pelarangan itu sempat memicu perdebatan kecil di area PKS PT MSJ. Beberapa wartawan menilai publik berhak mengetahui hasil sidak mengingat isu yang diangkat berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Meski terjadi ketegangan, rombongan sidak bersama perwakilan mahasiswa akhirnya tetap melanjutkan pemeriksaan ke area produksi dan instalasi pengolahan limbah.

Usai meninjau lokasi, salah satu perwakilan mahasiswa SAMPAL, Ari, mengaku menemukan sejumlah kejanggalan di dalam pabrik.

"Ada kesalahan dan tidak sesuai dengan peraturan serta tidak sesuai dengan apa yang selama ini disampaikan oleh pihak PT MSJ," kata Ari kepada media setelah melihat keadaan PKS PT MSJ di lokasi.

Ari belum merinci secara detail poin-poin temuan tersebut. Ia menegaskan seluruh hasil pantauan di lapangan akan dibawa ke forum DPRD Padang Lawas untuk dibahas lebih lanjut dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada.

"Kami catat semua. Nanti akan kami sampaikan secara resmi di DPRD agar ada langkah konkret dari pemerintah," tambah Ari.

Menanggapi koreksi yang disampaikan mahasiswa, Manager PT MSJ Dodik justru merespons dengan nada positif. 
"Bagus ada koreksi dari Mahasiswa," ucapnya singkat.

Kasus dugaan pencemaran limbah oleh PKS MSJ sebelumnya menjadi sorotan karena menyangkut langsung kesehatan lingkungan dan sumber penghidupan warga di sekitar Desa Aliaga dan kecamatan sekitarnya. 

Warga khawatir jika limbah cair dan padat yang tidak dikelola sesuai standar akan berdampak pada kualitas air sungai dan lahan pertanian mereka.

SAMPAL sebelumnya mendesak DPRD dan Pemkab untuk turun langsung, membuka data izin lingkungan, serta menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Desakan itu yang kemudian ditindaklanjuti dengan sidak pada hari ini.

Sampai berita ini diturunkan, DPRD Padang Lawas dan Pemkab Padang Lawas yang hadir dalam sidak belum memberikan keterangan resmi terkait hasil temuan di PKS PT MSJ Aliaga.

Penulis : Subandi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan